Showing posts with label Recycle. Show all posts
Showing posts with label Recycle. Show all posts

Saturday, November 25, 2023

Kardus Jadi Bingkai Foto Bagus



 Guys, pernah dapat tugas sekolah membuat figura foto dari barang bekas?  Anakku pernah!(Eh, nggak ada yang tanya ya.. hehehe:) Ya, gak pa pa... Karena saya baik hati, suka menolong dan tidak sombong, hehehe  ... becanda, ya, Guys. Saya akan bagikan saja cara membuat figura foto dari bahan kardus bekas ini...hehehe

Alat dan bahan yang diperlukan : 

Karton/dus bekas, 
cutter, 
gunting, 
penggaris, 
pencil, 
potongan CD bekas, 
lem kayu, 
manik-manik atau buah baju (kumpulan dari baju lama yang tidak terpakai), 
plastik bening.


Cara Membuat :

  • Ambil selembat foto sebagai ukuran tengah, tempat meletakkan fotonya.  Beri tanda menggunakan pencil. 

  • Kemudian, beri jarak atas dan bawak sekitar 4 cm dan kiri kanan 3 cm.  Beri tanda dengan pensil.  Lalu potong.

  • Olesi lem putih ke karton yang sudah dipotong bentuk figura, tempelkan manik2 dan potongan CD bekas. Atur sesuai selera/secantik mungkin.
  • Keringkan

  • Figura dari bahan bekas kardus dan teman-temannya ... jadi sudah.

  • Tugas sekolah, menjadi mudah!



Friday, February 9, 2018

Jangan Buang Kaos Kaki dan Sepatu (bayi) Bekas Anda




Jangan  Buang Kaos Kaki dan Sepatu ( Bayi ) Bekas Anda


Jangan  Buang Kaos Kaki dan Sepatu ( Bayi ) Bekas, kenapa?  Karena barang-barang yang dianggap 'sepele' oleh sebagian orang ini, masih memiliki daya guna yang luar biasa (ini kata saya ya...hehehe).

Tapi Guys, sebelumnya  maafkan ya... saya lama gak update blog ini karena sedikit 'kerepotan' di kehidupan nyata. 
Eh, emang ada yang tanya?  Hah?! Nggak ada yang nanya-in? Hiks, sedihnya... Tak ada yang kehilangan atas ketiadaanku.  Ihiks-ihiks... *Nangis di pojokan... :'(

But, it's ok, Guys.  No hurt feeling... Saya nggak tersinggung dan saya tetap akan berbagi sedikit informasi ini.  Suka atau tidak suka - hahahaha- *ketawa jahat... :D).  

Masih ingat kan, Guys?  Saya suka merajut.  Nah, kali ini saya akan mengeluarkan kembali rajutan sepatu bayi  yang saya buat 3 tahun yang lalu.  Sepatu rajut itu  special untuk anak keempat saya, Ziyad.  Sekarang sih sudah nggak muat.  Walaupun begitu kondisi sepatu rajutnya masih bagus.  Jadi  sayang kalau dibuang.  Lalu, saya kepikiranlah untuk didaur ulang.  Tapi, dibuat apa?

Lagi bingung-bingungnya mikirin sepatu rajut lama yang dibuang sayang.. eh Haya, anak gadisku, sibuk selalu kehilangan jarum pentul.  Baru dibeli-in sebungkus, besoknya sudah betebaran tak tentu arah.   Sementara 'Grandma' selalu ribut pada kaos kaki bolong-bolong yang memenuhi lemari.  

Hadeh! Pusiang kepala saya kalau sudah pada ribut semua.  Akhirnya saya melarikan diri ke Mbah Google.  Jalan-jalan di dunia maya.  Sejenak melupakan 'kebisingan' rumah tangga dan kebosanan di kehidupan saya. *Eits, kok malah curhat...hehehe..  

Nah, lagi asyik-asyiknya 'surfing' ... 
Aha! saya mendapat ide cara memanfaatkan sepatu rajut lama dan kaos kaki bolong 'tak berguna' itu.

Caranya gampang banget, Guys.  
Kaos kaki bolong itu saya jadikan 'stuffing' atau bantalan atau sumpelan atau isian sepatu bayi rajut itu.  Sudah begitu saja.  Dirapikan sedikit 'isian' kaos kaki tersebut, supaya enak dilihat.  

"Walah!" Jadilah, Tempat Jarum Pentul dari sepatu rajut lama. Mudah kan, Guys?  

Nah, jika kamu tidak punya sepatu rajut bayinya, kamu bisa pakai sepatu bayi apa saja.  Syaratnya dicuci dulu ya, Guys.  Supaya kotoran dan baunya hilang.  Untuk stuffingnya, kamu juga bisa menggunakan kain atau baju bekas lainnya.  Selamat mencoba... :D

*Salam.... salaman... :D  









Wednesday, May 10, 2017

Dari Koran Jadi Pohon Sakura



Guys,

Masih ingatkah tutorial kemarin?  Hah!  Nggak ingat?  Nggak merhatiin?  Phiufh.... (*menghela nafas panjang.  Lalu berkata lirih sambil mengelus dada).  "Aku ra po-po, Guys".  Hehehe
Dan karena aku lagi baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung.  Aku akan berikan link-nya special ke kamu.  Iya, kamu... Biar lebih jelas, kamu boleh kok Guys, ngintip lagi di sini.   https://sugiartiahmad.blogspot.co.id/2017/05/membuat-tempat-gantungan-kunci-dari.html

Gimana, Guys?  Sudah ingat?  Alhamdulillah, kalau dah ingat.  Yang jawab belum.... ayo segera berobat eh bertobat.  Baca dulu tutorial sebelumnya ya...

Oke, kita lanjut ya, Guys.  Kali ini, aku masih tetap bermain dengan koran.  Konsepnya juga masih pohon dan ranting.  

Nggak tau kenapa nih, Guys...  Aku lagi terobsesi pada pohon dan ranting.  Terutama pada liukannya itu.  Menurutku, terlihat begitu memesona.  Indah dan menawan.  Nggak bikin bosan memandang.  Membuat berdecak kagum tanpa sadar.  Memuji sang pencipta.  Subhanalah!

Atau mungkin kesukaanku pada cabang dan ranting ini lantaran rindu?  Rindu pada masa kecilku dulu.  Di mana aku suka menghabiskan waktu duduk manis di atas  pohon rambutan di samping rumah.  Memandang seantero halaman dari ketinggian.  Merasakan ayunan dahan  yang gemulai.  Seolah menina bobokanku.

Aku rindu memeluk pohon belimbing di belakang rumah.  Melahap buahnya yang masih mentah. Rindu berayun di dalam kain sarung yang tergantung di cabang pohon jambu batu.  Rindu saat aku merebahkan tubuh pada tumpukan daun singkong yang kususun bak peraduan.  Rindu mendengar desahan helaian dedaunan kala dibelai sang angin.  

Ah,  semua kini telah sirna.  Rumah dengan halaman dan pohon yang berjejeran itu telah tiada.  Tergadai oleh kebutuhan hidup yang terasa menyiksa.  Hilang berganti tembok dan bata.

Halaman itu berganti jalan raya.  Desahan itu berganti hiruk-pikuk memekakkan telinga.  Tanamanku di rambahi.  Banyak pohon ditebangi.    

Ups!  Kenapa jadi ngelantur kemana-mana ya, Guys... Hadeh.

Kembali ke topik awal kita tentang pohon kertas.  Nah,  cara membuatnya sama seperti membuat tempat gantungan kunci dengan konsep pohon,  Hanya saja, kali ini aku tambahi hiasan bunga dari kertas tissue. 

Kok kertas tissue? Bukan kertas krep?  Hehe... Aku pake bahan seadanya, Guys.  Berhubung di rumah adanya kertas tissue warna putih, jadilah sakuranya warna putih.  

Cara membuat bunganya mudah, Guys.  Tissue digunting segi empat kecil.  Bentuk lima kelopak. Beri sedikit lem dibagian tengahnya.  pelintir sedikit menggunakan lidi. beri lem bagian bawahnya. Pelintir lagi.  Lalu, tempelkan kelopak bunga pada pohon kertas.  Jadi, deh!

Hasilnya lumayan, bisa  jadi obat rindu pada masa kecil dulu.
***




Sunday, May 7, 2017

Membuat Tempat Gantungan Kunci dari Koran


Guys,

Ada yang tanya. apa mungkin membuat tempat gantungan kunci dari koran?  Apa kuat? Apa nggak malah bececeran kalau robek nanti? Ah, keknya gak mungkin deh!  Eits, bisa kok! Nggak percaya?  Ayo buktikan, Guys.   

Waktu itu,  Haya masih  jualan gantungan kunci (ganci).  Masih ingatkan? Lihat di sini  biar ingat lagi ya?  Eh, aku bingung mau dipajang di mana tuh para banci eh ganci. 

Nah, setelah bertapa beberapa lama, alhamdulillah ketemu juga caranya. Lumayanlah, nggak perlu keluar biaya beli tempat pajangan.  Bisa bikin sendiri.  Lebih asyik, unik dan nggak pasaran.... Hehehe...

Konsep tatakan gancinya seperti pohon atau ranting kering, Guys.  Dah liat kan? gambar di atas?  Oke, sekarang aku jelaskan bahan dan cara pembuatannya ya...

Bahan dasarnya :
  • Koran
  • Lem Kayu
  • Air dan wadahnya
  • Selotip
  • Gunting
  • Sebatang Lidi
  • Kertas Karton seadanya (aku pake bekas kotak sepatu)

Cara Membuatnya :
  1. Linting beberapa lembar koran sebagai batang pohon.  Beri sedikit lem agar tidak terlepas lintingan korannya.  Aku buat tiga lintingan panjang.


2.  Kemudian potong dua lintingan koran yang  tadi. Punyaku tiga linting dibagi dua jadi enam linting.  Lalu ikat dengan menggunakan selotip.  Tempelkan pada potongan koran yang kita punya.  Rekatkan lagi dengan selotip agar tidak jatuh.

3.  Agar menyerupai cabang pohon, bengkokkan/patahkan lintingan koran tadi.  Tambahkan lintingan koran untuk membentuk ranting pohon.  Tempelkan atau beri lem.

4.  Lapisi dengan lem dan koran seluruh permukaan batang pohon dan alas karton.  Biar lebih kuat, lapisi beberapa kali.

5.  Setelah dilapisi semua kira-kira seperti gambar di bawah ini.  Biarkan mengering.

6.   Setelah mengering, cat agar terlihat lebih menarik.   Mudah kan?  Nah, kalau kamu punya pertanyaan dan kesulitan silakan hubungi ke email atau komen di bawah ini ya... Terima kasih atas perhatiannya.

Happy Crafting... :D

Saturday, April 22, 2017

Celengan Dari Koran


Hi Guys,

Kali ini, aku akan menampilkan cara membuat celengan buah (apel) dari koran bekas.  Kenapa celengan sih?   Jawabannya mudah.  Supaya kamu... iya kamu, selalu  ingat dan rajin menabung ya...  Nah, nanti kalau celenganmu sudah penuh,  aku kan bisa pinjam..he..he.. :P

Wah, ada yang keberatan.  "Hari gini masih main celengan?  Nggak level!  Menabung ya, di Bank.  Lebih aman, keren dan kenyang." 
 "Lho, kok kenyang?" 
"Ya iyalah, wong nabungnya di  Bank Somay, Bank Bakso, dan Abank-Abank lainnya." Hehehhe

Oke, Guys...
Cukup  senyum-senyumnya ya..  Lanjut pada cara pembuatan celengan ini ya...  Mudah, kok.  Bahan yang dipergunakan pun murah.

Antara lain : koran bekas, gunting, spidol (kalau ada), lem kayu, air untuk mengencerkan lem dan balon.
  • Pertama-tama, beri tanda garis pada balon yang sudah ditiup. Tanda ini sebagai lubang tempat memasukkan uang nantinya.  
  • Ambil beberapa lembar koran.  Potong-potong kecil seukuran dua ruas jari.  
  • Kemudian, encerkan beberapa sendok lem kayu ke dalam wadah kecil.  Ukuran kekentalannya kira-kira saja.  Tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer.
  • Celupkan potongan koran ke dalam campuran lem dan air tadi.  Lalu tempelkan pada seluruh permukaan balon.  Kecuali, garis yang bertanda spidol dan ikatan balon yang menonjol.
  • Ulangi proses ini sebanyak tiga atau empat kali.
  • Biarkan sebentar agar mengering. (terkadang dalam proses pengeringan ini, balon mengempis dengan sendirinya.  Sehingga permukaan koran jadi tidak beraturan.  Itu bukan masalah, bisa di tutupi dengan lapisan selanjutnya.
  • Setelah lapisan koran pada balon mengering.  Keluarkan balon dari dalam koran.  Kalau bisa.  Kalau nggak bisa, ya jangan dipaksa.  Pecahkan saja, biar rame.  DooRR! ( Aih, kaget deh... :D) 
  • Kemudian tekan bagian atas bekas lubang balon yang menonjol  dan bagian bawahnya. 
  • Jadi seperti ini setelah ditekan atas-bawah.  
  • Lalu, kita buat batang kecil dari remasan koran.  Tempelkan pada bagian tengah hasil tekanan tadi.  lapisi dengan koran yang sudah di basahi lem.
  • Buat juga daun dari guntingan koran.  Tempelkan pada batang tersebut.  Lapisi lagi seluruh permukaan dengan koran lagi.  Biar lebih tebal.
  • Biarkan mengering.  Hasilnya seperti di bawah ini.  Tinggal diwarnai.
  • Guys, yang terberat dari pembuatan celengan ini adalah proses terakhir.  Yaitu proses mengisi penuh celengan ini dengan duit ... (*pengalaman pribadi :)

Jangan khawatir dengan ketahanan celengan ini, Guys.  Ia awet dan tahan lama pakai banget.  Kalau nggak dibongkar dan diambil isinya ya.... :D



*Selamat Mencoba.  Happy Crafting...!

Wednesday, April 5, 2017

Rajutan Plastik Kresek Lagi




Guys, memenuhi janjiku sebelumnya (janji pada diri sendiri-hehehe), kali ini kupersembahkan... 
Eng-ing-eng..... Tas Rajut dari plastik kresek :D

Bahan pembuatannya asli 100% kantong plastik kresek yang kudapat dari setiap belanja di pasar Aviari (Batam).  Yah, walaupun sebenarnya penggunaan plastik kresek sudah dilarang dibeberapa negara.  Namun, di Indonesia nampaknya masih menjadi primadona.  Sangat disayangkan sebenarnya.

Apa mau dikata, masih seperti itu adanya.  Kita do'akan saja, semoga kedepannya, limbah plastik ini akan dapat ditangani dengan baik.  Aamiin.

Oh iya, Guys.  Sudah pada tahu kan? Kalau plastik kresek adalah sampah yang membutuhkan waktu sangat lama pake banget untuk terurai.  Kalau dibakar pun berbahaya.  Karena akan melepaskan zat kimia beracun sebagai dioksin yang menambah kerusakan pada udara yang kita hirup.  Dibuang ke sungai, bisa menghambat aliran air dan menjadi penyebab banjir. 

So, Guys.  Be wise.  Batasi pemakaian sampah plastik kita ya..  Kalau sudah terlanjur 'menggunung' seperti sampah plastik di rumahku.  Jangan ditimbun, dibakar atau dibuang ke sungai.  Lebih baik direcycle.  Seperti tas rajut plastik kresek ini atau menjadi bentuk kerajinan lainnya.  Atau dipakai ulang agar sampah plastiknya tidak terus bertambah.

Untuk rajutan tas plastik ukuran lebar 5 cm, panjang 23 cm dan tinggi 17 cm,  aku menghabiskan sekitar 15-20 pcs kantong kresek ukuran 10kg.  Banyak ya?  Coba hitung berapa pemakaian sampah plastik di rumahmu.  Kalau aku sih, malas buat ngitung! hehehe.   Tapi, kalau dilihat dari rajutan plastik kresek yang sudah kubuat, bisa kebayang kan? Ahh, maafkan aku, Bumi!

Save our planet! Happy Crafty...






Rajutan Plastik Kresek






Guys, setelah sebelumnya aku 'pamer' cara pembuatan plarn / plastik yarn.  Kali ini, aku upload hasil rajutan dari plastik kresek tersebut.  Yang pertama topi rajut dari plastik kresek.  Aku pakai cara pembuatan plarn yang kedua (lebih halus gak kelihatan sambungannya - alias gak ada yang ngganjel/ngrendul-kata orang jawa). Untuk cara pembuatan benang plastiknya, lihat di sini : https://sugiartiahmad.blogspot.co.id/search/label/Recycle

Topi ini aku buat bersamaan dengan tas rajut dari plastik kresek (akan diupload kemudian) untuk acara PKK - Lavender di lingkungan perumahanku.  Just for fun aja.  Yah, siapa tau bisa menginspirasi  ibu-ibu yang lain. Who knows... :)

Cara pembuatannya sama seperti merajut  biasanya, hanya saja harus lebih berhati-hati karena benang plastiknya mudah putus (plastik tipis).

Untuk satu topi ini, aku menghabiskan sekitar 15-20 pcs plastik kresek ukuran 10kg.  Wuih, ngumpulin plastiknya, Guys...  Jangan ditanya :D

Untuk pinggirannya saja, aku masih kekurangan plastik hitam.  Jadinya kurang lebar gitu topinya.  Anyway lumayanlah buat percobaan.

***


Cara Membuat Benang Plastik - Plastic Yarn = PlaRn

PlaRn adalah singkatan dari Plastic Yarn.  Atau kalau di Indonesiakan kira-kira berarti Benang Plastik.

Plarn ini sebenarnya bukan barang baru.  Dah lama banget, Guys.  Tapi, nggak ada salahnya kita bahas ulang ya... Barangkali masih ada yang membutuhkan informasi ini.  

Kali ini, kita bahas dua cara membuat Plarn.  Cara pertama :









Cara yang kedua adalah :




Gunting pada bagian titik-titik saja. Tidak sampai putus


Bagian yang belum terpotong, digunting menyerong.  Seperti gambar di bawah.


Nah, Plarn-nya dah jadi.  Bisa langsung dipakai buat crochet/rajut.  Seperti ini :https://sugiartiahmad.blogspot.co.id/2017/03/tikar-rajut-dari-plastik-kresek.html.  Tikar rajut ini menggunakan plarn cara pertama.

Bisa juga dijalin dulu, lalu diikat seperti saat membuat macrame.  Aku pernah membuat pot gantung dengan cara ini.  Di sini https://sugiartiahmad.blogspot.co.id/search/label/Recycle.

Selamat mencoba.. Happy Crafting, Guys... :D 





Tuesday, March 28, 2017

Pot Gantung Dari Plastik Kresek



Dua pot gantung ini kubuat bersamaan dengan tikar rajut plastik untuk acara bazaar pembukaan MTQ di kecamatanku dulu.

Niatnya memang tidak untuk dijual.  Hanya buat senang-senang aja.  I made it.  Just because i love craft and handmade... Just like that!  As simple as that.

Cara membuatnya gampang.

Plastik kreseknya dipotong panjang atau bisa juga dipotong melingkar seperti karet gelang.  Lalu disatukan seperti menyatukan karet gelang.  Kemudian dijalin seperti mengepang rambut.

Mudahkan?

Saturday, March 25, 2017

Tikar rajut dari Plastik Kresek


Guys,

Awalnya tikar ini akan kubuat lebih lebar.  Tapi, karena bahannya kurang ya, mandeg sampai seukuran sajadah lebih dikit.  Lumayanlah bisa buat alas tidur...Hehehe

Pak Zasri (suamiku) yang paling hobi make matras plastik ini buat alas tidur di depan tipi.

"Anget," katanya.

"Ah, kalo cuma mo nyari kehangatan sih gampang.  Kompor juga anget," selorohku.

"Hahaha..."


Ide membuat tikar rajut ini juga dadakan.  Waktu itu, akan ada pembukaan MTQ di kecamatan.  Ibu-ibu PKK diminta berpartisipasi mengisi bazar dari barang daur ulang.  Aku jelas senang banget.  Ah, sayangnya info itu telat kudapatkan.  Dua hari sebelum hari H.

Aku kelimpungan.  Sama sekali nggak ada persiapan.  Tapi, kepingin ikutan.  Yah, mewakili ibu-ibu PKK di RW-ku.  Akhirnya kuputuskan membuat kerajinan dari limbah kresek.  Selain tikar, aku juga membuat dua buah gantungan pot dari plastik dan juga sepasang sepatu rajut dari benang.

Pikirku, bazar ini cuma buat pameran saja eh ternyata barangnya dijual.  Alhamdulillah, tikar rajut dari plastiknya nggak laku... Hehehe.    Karena ya,  memang dari awal sudah ditaksir suamiku.

Mungkin memang sengaja dido'ain biar gak laku...Hehehe :D Nggak, ding. Emang gak laku karena nggak ada yang mau...:p
Wong, produknya aja asal jadi.

Sampai sekarang tikar plastik rajut ini masih ada.  Tapi, bentuknya sudah nggak karuan.  Plastik kreseknya ada yang mulai hancur.  Sepertinya kualitas plastik kreseknya beda-beda.

Insya Allah, nanti kalau kresekku dah banyak lagi dan aku ada waktu, akan kubuatkan tutorialnya.
***










Friday, March 24, 2017

Memanfaatkan Koran Bekas


Guys,

Helikopter ini aku buat saat mengikuti lomba daur ulang sampah.  Tepatnya pada perayaan   HUT PKK Melati di lingkungan perumahanku.  Alhamdulillah, juara satu.

Jangan tanya hadiahnya ya?  Namanya juga perayaan HUT PKK di kampung.  Tapi, alhamdulillah, ada hadiah sagu hatinya.  Aku lupa apa hadiahnya.  Soalnya acaranya sudah cukup lama.  Hampir tiga tahun yang lalu :D

Bahan-bahan yang kupergunakan mudah didapat di sekitar kita.  Juga murah Guys.  Antara lain :

         * Kertas Koran
         * Lem kayu
         * Balon karet
         * Spidol
         * Baskom
         * Air


Cara membuatnya mudah sekali.


1. Pertama-tama  tiup balon seukuran tubuh helikopter, ikat agar tidak kempis.  Beri tanda strip untuk     lubang celengan menggunakan spidol

2.  Encerkan lem kayu dan air di dalam baskom.  Dikira-kira saja.  Tidak terlalu encer dan tidak                terlalu kental.

3.  Potong-potong kertas koran seukuran 3 atau 4 cm.  Sesuai selera. Tidak terlalu besar/kecil.

3.  Rendam potongan koran tersebut ke dalam baskom yang berisi  campuran air dan lem kayu.

4.  Ambil selembar demi selembar koran yang sudah direndam tadi.   Tutupi semua permukaan balon      kecuali yang bertanda strip.   Ulangi beberapa kali agar permukaan seluruh balon tertutup rapi dan      cukup tebal.  Lalu, biarkan sedikit mengering.

5.  Setelah bagian badan setengah mengering lanjutkan dengan bagian ekor dan kakinya,                          gulung dan pelintir kertas koran membentuk ekor helikopter.  beri selotip agar tidak jatuh.  Lalu          tutupi lagi dengan potongan koran yang sudah dilumuri lem kayu cair.

6.  Untuk bagian baling-baling, cukup lipat koran seukuran baling-baling yang kita butuhkan,                   lalu lumuri dengan lem kayu cair.  Biarkan mengering dan kaku.

7.  Terakhir beri warna yang menarik.


Taraaa...
Helikopter dari koran bekas pun bisa menjadi mainan yang menarik.  Juga bisa menjadi celangan.  :D



*Jika ada yang kurang jelas atau ada pertanyaan.  Silakan komentar di bawah ini ya.. Selamat berkarya :)